PERJALANAN PAGI

Part 5

Ini masih tentang bis dan perjalanan orang-orang di dalamnya…..ada 2 kemungkinan menurut saya….orang2  yang antusias dengan perjalannya….atau yang mengeluh karena satu atau banyak alasan (soal ga nyaman lah….ga ada ac…lama nunggu…dll). Saya beruntung termasuk tipe pertama, walaupun saya pernah ngeluh juga, tapi ketika melihat “teman-teman” seperjalanan….tingkah polah mereka…sikap mereka terhadap situasi…kegelisahan mereka…gossip mereka…realitas hidup mereka…kok saya selalu balik lagi…balik jadi antusias pada perjalanan ini. Antusias saya muncul lebih karena saya merasa selalu berada di tengah.

“Menjadi kelas menengah selalu indah kan Na….” begitu kata adik lelaki kesayangan saya….perbincangan ini kami lakukan ketika masih sama2 ada di belantara Jakarta mengadu nasib untuk sebuah cita2 jadi kebanggaan mamapapa. Saat itu kami sedang hang out di mall kelas atas….yang bisa saja barangnya kami beli tapi setelahnya ga makan 1….2….3…4…bulan (mungkin). Tapi kami tetap santai melenggang. Karena menurut dia kami punya look untuk ada di sana….jaman sekarang look kadang lebih penting dari isinya….isi kantong apalagi…hehehe….Sebelumnya kami mendiskusikan sebuah pertanyaan…kenapa tukang2 ojek yang mangkal di sebelah mall kelas atas tadi ga coba2 masuk….ga coba2 hang out… ga usah belanja…cuci mata aja….seperti kami….setelah berdebat…kesimpulan kami sebabnya karena they are not connected with  the situations….dengan ga konek…kita jadi ga nyaman ada di sana….ga ada orang yang meratiin eh berasanya risih seperti jutaan mata ngeliatin kita….udah pake koleksi jins termahal pun masih berasa murahan di sana….udah bergaya maksi tetep aja ga nyaman karena itu bukan kita….kebayang kan rasanya ada di situasi seperti itu….kalo saya jadi kang ojeknya mah saya juga akan lakukan hal yang sama….mending mangkal kali. Dan dengan berada di tengah…kita…kami…punya akses ke mana saja….mau ke mall mahal tadi…hayuks….mau makan di perco (emper toko) juga ra masalah dab…..ga gengsi…ga risih….bayangin beberapa orang di mall kelas atas itu kita pindahin ke perco kita suruh makan di sana….bisa sih bisa…tp kalo kriterianya adalah ninik-ninik yang ke mall aja harus bersasak….ato para sosialita yang pake tas yang harganya kaya DP rumah minimalis…..ya tempat kaya gt ga masuk kategori….karena ga konek sama situasinya….”So kita bersyukur kan Na sm situasi kita sekarang”katanya….pastinya!

Kembali ke bis….sampai mana tadi ya….oh iya….

Tipe ke dua yang suka mengeluh….ada yang memang suka ngeluh karena bawaan orok….(yang ini pasti kelihatan lebih tua dari umur yang sebenarnya)…ada yang suka ngeluh karena situasi…(ngeluhnya ada tapi sesuai kebutuhanlah….kayak saya…hehe)….ada yang suka ngeluh karena antusias ngeluh…(yang ini ga ada yang salah dikritik….lihat orang lain dikomentarin….sebel saya…lho kok jadi saya yang sebel sama mereka….wadow saya mulai kena sindrom mereka….mengeluh(kan mereka)!

Rupa-rupalah mereka yang saya temui di jalan(an hidup saya). Tapi percaya atau tidak justru dari merekalah saya survive….mungkin karena mereka mengajari saya secara langsung untuk punya rupa2 pilihan dalam hidup saya…

Jadi mau jadi anggota kelas apa…mau antusias atau mengeluh…mau jadi A ato A+ ….itu pilihan kita kan….sah2 aja….:)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s