PERJALANAN SANG DEWI

th_650x360_54e789d4a1b1b291321306

“Ibu…untuk apa Ibu sombong…. ….semua sanjung puja dari penggemar Ibu…… semua suara indah yg Tuhan berikan untuk Ibu….semuanya tidak bisa saya dengar….jadi sekali lagi…untuk apa Ibu sombong…” Demikian kurang lebih kutipan dialog sang Dewi (Yull) tentang komentar almarhumah putrinya Gisca Putri Agustina Sahetapy dalam sebuah acara bincang2 sore d tv (sayang acaranya sudah ga ada…padahal (hanya) acara itu yang membuat saya merasa Raffi Ahmad (hostnya) total dan smart).

Orang mengenal Gisca adalah putri Dewi Yull yang difabel…”Mata ibu juga minus dan plus….ibu juga perlu kacamata….itu difabel juga kan?”  saya ingat betul kutipan2 cerita Sang Dewi tentang komentar putri kesayangannya.

Dari dialog itu saya belajar…bahwa ketika kita pikir seseorang harus dikasihani karena dia tidak memiliki apa yang orang kebanyakan miliki….adalah sebuah hal yang tidak pada porsinya. Porsinya menurut saya….harusnya….kita semakin bersyukur apapun yang kita punya termasuk “difabilitas” yang Dia berikan untuk masing2 kita. ….sombong hanya akan membuat kita lupa bahwa kita semua tidak sempurna….hanya saja kesempurnaan itu dimaknai sebagai mana mayoritas mendefinisikannya…itu saja…

Atau jangan sampai “difabilitas ini justru membuat kita mengasihani diri sendiri….apalagi diperparah dengan menggunakannya sebagai alat agar orang lain mengasihani kita….seperti yang saya ceritakan tadi

Dan karena “difabilitas” yang kita punyalah kita perlu support system ….untuk selalu mengingatkan pada kita bahwa tidak ada yang mustahil selama kita berdoa dan berusaha.

Seperti usaha sang Dewi untuk Gisca yang tak pernah selesai (bahkan ketika Sang Empunya hidup memanggilnya) ….usaha itu terus dia lanjutkan pada sang adik…Surya Sahetapy…yang juga sama dengan Gisca….lihatlah dia…Surya lebih baik dari kita yang buat kebanyakan orang berarti sempurna kan….

DEWIYULL

Surya dengan semangat  dan keringatnya ingin memberdayakan  teman2 nya yang bernasib sama agar mau berjuang….berjuang untuk tidak mengasihani diri sendiri dengan cara belajar bahasa isyarat (menurut Surya…dari acara bincang2 siangnya Desi Ratnasari…banyak ibu2 yang memiliki anak tuna rungu tidak ingin anaknya belajar bahasa isyarat…karena dengan belajar bahasa isyarat orang2 jadi tahu kalau anak mereka punya ketunaan). Karena dengan belajar bahasa isyarat mereka bisa berkomunikasi….dengan berkomunikasi mereka bisa dapatkan lebih banyak ilmu….ilmu membuat mereka lebih pintar….dengan pintar mereka tidak perlu dikasihani lagi….

bhs isyarat

Surya juga memotivasi saya untuk mau belajar bahasa isyarat agar bisa mengerti dunia mereka….dengan mengerti dunia mereka…kita bisa jadi support system mereka…dengan punya support system lebih banyak, pekerjaan besar menjadi lebih cepat selesai…pekerjaan besar untuk memberi ruang penghargaan bagi ketidaksempurnaan…..penghargaan membangun kepercayaan diri ….kepercayaan diri membawa mereka menuju mimpi dan cita.

Dari sana …sekali lagi saya belajar untuk percaya…. dunia mereka indah dan riuh sama seperti tepuk tangan kita…hanya saja lebih sunyi….sesunyi ketidaksempurnaan syukur kya padaNya

*tepuk tangan juga ada bahasa isyaratnya….angkat kedua tangan setinggi dada dan lambaikan telapaknya….sudah dicoba…..ya….persis seperti itu….seperti yang Surya ajarkan pada saya …

i_love_you

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s